Jumat, 25 November 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
why do you want to live more than 1000 years Chairil Anwar?
Senin, 23 Mei 2011
Random notes!
sering kali merasa foto apa arti hidup ini agak ke "alay-alyan", sering ada keinginan untuk mengganti tapi belum terinsipari mensubstitusinya dengan apa. Jadi, biarkan saya menggantinya jika memang nanti dibutuhkan
Random!
Las update : senin, 03 mei 2010
wow, it means sudah satu tahun terbengkalai dengan posting blog terakhir yang random dan grammar, tidak lupa. random. Somehow, terbengkalai pun sepertinya bukan kata yang tepat untuk menggambarkan kasus ini. kenapa? terbengkalai dalam kamus besar bahasa indonesia berarti terhenti sebelum selesai dikerjakan, jelas definisi ini tidak menggambarkan dan memenuhi unsur dari kenyataan yang ada, karena blog bukan sesuatu yang dikerjakan untuk diselesaikan. Jadi, mari kita menggunakan kata telantar saja yang berarti tidak terawat. Oke, ternyata saya akan memulai blog pertama pada awal tahun ini dengan tulisan random.
Random. random. random. Bukan tanpa alasan, saya menelantarkan blog ini, hanya saja jika di flash back jiwa menulis tak lagi setia menemani jiwa-jiwa lainnya. Entah hilang ataupun bosan menuliskan rangkaian kata yang tak bermanfaat. tapi, malam ini, mungkin dia sudah lelah berkelana. So, welcome home jiwa menulis!
Let's start it with my favorite question,
what is life for you?
Senin, 03 Mei 2010
should I?
but had we planned or thought what we had done?hadn't we?
and now, you ask me to think, should I?
Kamis, 12 November 2009
untitled
Kusentuh dengan lembut pipinya yang tak lagi merona merah seperti biasanya. Dingin, tak lagi hangat dan tak lagi membuatku ingin berputar arah untuk menyentuhnya kembali. Sudah sifatku, tak bisa berhembus dalam kehampaan. Aku ada, karena getaran dan tekanan. Aku berhembus seiring dengan gelombang dan getaran yang mengalir. Aku adalah bentuk Cinta Tuhanku, dan disitu pula aku ada. Kehampaan, hanya membuatku mati. Jadi, Jangan paksa aku untuk berhembus di ruang hampa karena aku adalah angin. Angin, sebutan yang manusia berikan padaku. Berhembus bebas tanpa henti,tanpa arah, dan tanpa tujuan.
Kehampaan perempuan itu, tidak menimbulkan getaran-getaran yang membuatku ingin berhembus seperti dulu. Getaran-getaran yang mengalir kuat dan bergerak cepat membentuk alur-alur beraturan seperti elektron-elektron yang mengitari inti atom. Saat itu, aku suka getarannya yang bergejolak. Membuatku begitu hidup dan berhembus begitu halus, untuk menyentuh dan meresapi setiap getaran yang kurasakan. Gejolak ini sama seperti ketika aku tertabrak dua tekanan yang berbeda dan menarik seluruh molekul-molekulku untuk membuat badai topan. Aku iri akan kemampuan manusia merasakan cinta. Aku sendiri pun memang bentuk cinta Tuhan, tapi aku tidak mempunyai kemampuan untuk merasakannya, getarannya yang hanya bisa kuresapi.
Kuingat, saat itu, Pipinya merona merah dan hangat ketika sang pria mencoba menyentuh halus tangannya. Aku tahu,dia juga merasakan getaran yang kurasakan. Membuatnya seperti bangun dari kematian. Aku tahu pipinya semakin merona ketika si pria berkata, “Aku sayang kamu. Mau pacran sama aku gak?klo gk, aku sm org lain aj.”. aku Bisa mersakannya, aku tahu perempuan itu tak peduli lagi waktu terlalu cepat, tak peduli dengan segala ketakutan akan komitmen, ia sudah lelah berjalan di sisi jalan yang aman, sudah saatnya menantang badai. Ya, bisa kurasakan. Ayo, tantang saja badai itu, sudah saatnya. Biarkan dirimu terhipnotis getaran-getaran yang memabukkan. Biarkan dirimu berhenti menjadi seperti diriku yang berhembus bebas tanpa henti.
Namun, saat ini, perempuan itu hanya duduk terdiam, memandang kosong sosok laki-laki itu dari kejauhan. mengapa sekarang kau biarkan dirimu dikuasai keangkuhan manusia? Sudah kubisikkan padamu, kau bukan angin. Jangan biarkan dirimu terus berhembus tanpa hati dan membiarkan keangkuhan menggerogoti cintamu. Jangan munafikkan dirimu tentang kesepianmu. Berhembus tanpa henti tidak akan menghilangkan kesepianmu. Mengapa ketakutanmu terlalu menghambatmu?
Yah, tapi aku tahu kamu tidak akan bisa mendengarku. Mungkin, sudah wktunya bagiku untuk berhembus kembali. Semoga saja aku bisa kembali bertemu dengan mereka sebagai Inti atom yang terdiri dari proton dan elektron yang saling melengkapi, memancarkan getaran-getaran dahsyat, membentuk selaput pelindung yang memabukkan. Semoga saja..
Tapi tunggu, aku merasakan perempuan itu berbisik...
“Angin, sampaikan padanya, aku merindukannya, terlalu banyak rasa yang tak bisa diungkap oleh kata, p.s. I Love U.”
God!betapa indahnya cinta. Untuk sekali ini saja, berikan aku kemampuan berbicara agar aku bisa menyampaikanya pada laki-laki itu. Sekali ini saja.
Dituliskan untuk kata-kata yang belum terucap.
Kamis, 09 April 2009
become a lawyer or a docter...?
siapa sangka, tema pidato untuk ujian akhir praktek b.inggris menjelma menjadi sebuah pilihan nyata dalam realita kehidupan.
Entah hanya sebuah kebetulan belaka atau memang Tuhan sudah menyiapkan skenario yang begitu rapih.
wer wist das? (Siapa yang tahu?)
Manusia dan pilihan.
dua kata yang saling mengidentifikasi.
yah..aber das ist der Kern.Pilihan yang membuat manusia itu spesial.
Kata spesial bagiku sering skali menimbulkan efek samping. Rasanya lucu skali jika membayangkan aku menjadi Tuhan, melihat manusia memilih. Atau jika dunia memang seperti apa yang diumpamakan orang-orang yunani kuno dengan dewa-dewa. Ironis skali. Dewa-dewa berpesta taruhan di istana kahyangan mereka dan manusia kebingungan akan pilihan di dunianya. Atau saja, saya selalu bingung bagaimana Darwin bisa menyimpulkan kera sebagai nenek moyang manusia dengan teori evolusinya. Mungkin Sang Pemberi itu menyayangkan kera yang berevolusi menjadi tampan dan cantik jika tidak diberi kelebihan, ataupun marah karena para kera tak tahu diri mulai mempertampan dan mempercantik diri mereka, sehinggap memberi mereka kutukan. Huh..Lucu. Pastinya, kera itu mendapat anugrah ataupun kutukan karena tiba-tiba diberi kemampuan memilih.
wieder zurrueck..
karena secara ilmiah saya termasuk manusia, mungkin juga evolusi dari kera(klau teori ini benar), maka saya dianugrahi(itu yg dibilang) kemampuan memilih pilihan.
Mungkin pilihan itu yang sering membuat hidup itu seperti tebak-tebakan garing. Jawabannya selalu tak terprediksi, tak disangka-sangka, dan sederhana.
Seperti sekarang, saya tak pernah memprediksikan "lawyer" adalah option yg terpilih, malah tidak jga memprediksi itu akan menjadi sebuah pilihan.
kata "doctor" yang seblumnya tak pernah lepas dri hasrat yang brubah menjadi sebuah cita-cita, kemudian obesesi, dalam sekejap hilang tak berbekas, hanya karena iklan iseng yg terlewat dalam khayal yg dipicu oleh sebuah tema pidato, “become a lawyer or a docter?”. Wunderbar!
Semua orang terkaget dan bertanya mengapa, saya tiba-tiba mengubah haluan. Pertanyaan itu slalu menghantui saya, membuat rasa malas untuk menjawabnya.
“Iy gw gk d stujuin bwt kuliah d jerman am kluarga besar(ini gk boong.), trus males kuliah kedokteran d Indonesia. Sayang.Jadi gw cobain aj hukum.”
“Adu..h itu panjang bgt critanya. Males gw nyeritainnya.”
“Gw kan punya banyak obsesi, nah ini tuh salah satunya supaya gw masih punya banyak waktu bwt ngejar obsesi yang laen.”
Itu adlah pilihan-pilihan jawaban yang slalu sya siapkan untuk menghadapi pertanyaan yang paling saya hindari, karena jawaban sebenarnya tak serumit itu, malah sangat sederhana. Terlalu sederhana sampai tidak rasional dan lucu.
Saya hanya mengikuti kata hati, tak ada alasan logic untuk menerangkannya. Hanya itu jawabannya. Sederhana.
Mngikuti kata hati dengan mencoba merasakannya dan mengikuti alurnya. Saya hanya mencoba mempercayai hati, karena hati terbiasa membaca pertanda. Berharap terjadinya mestakung. Mempercayai sesuatu bernama “maktub”(klo blum tahu, baca buku paul coelho “the alchemist”).
Berat memang rasanya untuk mempercayai dan mengikuti hati. Karena mengikuti hati berarti meninggalkan seluruh pikiran rasional, hanya berusaha mempercayai sesuatu yang tidak berbentuk. Percaya bahwa Tuhan menyiapkan skenario yang indah. Maktub.
Saya pun tidak pernah menyesal dengan mimpi saya menjadi seorang dokter. Saya tidak kecewa pernah bermimpi seperti itu dan tidak juga menjadikanny alasan untuk berhenti bermimpi. Saya tetap seorang pemimpi yang tidak peduli apa mimpi itu akan menjadi kenyataan atau tidak, tapi saya akan terus berusaha bermimpi. Mempercayai hati, mempercayai terjadinya mestakung dan mempercayai maktub.
I believe God have a plan 4 me. . I believe in God.
